Cara Suling Minyak Sereh dengan Standar Mutunya

Halo Sobat semuanya!

Pada kesempatan kali ini, penulis kece mau membagikan sesuatu nih mengenai bagaimana Cara Suling Minyak Sereh. Tetapi sebelum itu Minyak Atsiri Sereh itu apa si?

Minyak Atsiri Sereh

Minyak Atsiri Sereh

Sereh wangi merupakan tumbuhan dari keluarga rumput-rumputan. Sereh ini memiliki nama lain Cymbopogon nardus, yang tumbuh dengan tinggi sekitar 50–100 cm. Berdaun tunggal berjumbai seperti pita dengan panjang sampai sekitar 1 meter dan lebar 1,5 cm.

Serai Wangi atau juga Cymbopogon nardus. L merupakan salah satu jenis tanaman penghasil Minyak Atsiri yang sudah cukup lama berkembang.

Batangnya tidak berkayu, berusuk rusuk, dan berwarna putih. Tanaman sereh wangi berkembang biak dengan sistem bonggol akar. Terdapat kandungan : Serai mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama sitronela.

Minyak sereh wangi merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran yang bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri lhoo.

Dan merupakan salah satu dari banyaknya jenis Minyak Atsiri. Sumber-sumber Minyak Atsiri yang baru akan terus digali. Yang dimana, salah satu jenis Minyak Atsiri yang sangat menjajikan ada minyak jenis ini.

Hasil dari penyulingan yang didapatkan dari minyak ini yaitu diperoleh dari bagian daunnya, yang dalam dunia perdagangan sering dikenal dengan nama Citronella Oil.

Nah untuk cara menyuling jenis minyak atsiri sereh itu bagaimana ya? Heum…

Tenang-tenang jangan khawatir, karena disini kita akan membahas “ Cara Menyuling Minyak Serai ”. Yuk simak bareng-bareng!

Cara Suling Minyak Sereh

Image for post

Sudah dikatakan bahwa metode yang paling umum dilakukan untuk membuat Minyak Atsiri itu yaitu Penyulingan. Dan menggunakan alat destilasi minyak atsiri. Ada beberapa metode penyulingan dalam produksi Minyak Serai Wangi. Dan berikut ini,

3 Sistem Penyulingan

Distillation Water / Air / Pengukusan

Image for post

Cara suling minyak sereh dengan metode penyulingan sistem air ini merupakan yang paling mudah diantara metode yang lainnya. Nah pada metode ini, bahan tanaman (serai) dimasukkan kedalam ketel suling yang sudah berisi dengan air, sehingga bahan baku daun serai bercampur dengan air.

Metode ini relatif sederhana, demikian juga dengan bahan, untuk ketel pun mudah didapat. Dan beberapa penyuling bahkan dapat memanfaatkan drum bekas oil, minyak tanah, drum bekas aspal untuk digunakan sebagai ketel.

Perbandingan air dan bahan baku harus seimbang. Bahan baku dimasukkan dan dipadatkan, selanjutnya tutup rapat, ketel jangan sampai ada celah untuk uap keluar. Uap yang hasil, perebusan air dan bahan dialirkan melalui bahan kemudian dialirkan melalui pipa menuju ketel kondesator yang mengandung air dingin, sehingga terjadilah pengembunan.

Kelemahan dari metode ini jika bahan berbentuk tepung atau bunga-bungaan yang membentuk gumpalan jika terkena panas yang tinggi. Selain itu juga, karena dicampur menjadi satu, waktu penyulingan menjadi lama dan jumlah minyak yang dihasilkan menjadi relatif sedikit.

Distilasi Air dan Uap

Image for post

Cara suling minyak atsiri dengan sistem ini, dikenal juga dengan sistem kukus. Prosesnya yaitu bahan (serai) diletakkan pada ayakan atau saringan yang terletak beberapa centi diatas permukaan air. Metode ini menggunakan uap tekanan rendah, dibandingkan dengan sistem penyulingan air, perbedaannya terletak pada pemisahan bahan dan air. Untuk penempatan masih dalam satu ketel, prosesnya air dimasukkan kedalam ketel hingga1/3 bagian. Lalu bahan dimasukkan kedalam ketel sampai padat dan pastinya tertutup rapat.

Saat proses perebusan dan air mendidih, uap yang terbentuk akan melewati saringan dan celah-celah bahan. Minyak Atsiri yang ada di bahan ikut bersama uap panas melalui pipa menuju ketel kondensator. Kemudian uap dan minyak akan mengembun ditampung dalam tangki pemisah. Keuntungan dari metode ini adalah uap yang masuk terjadi secara merata kedalam jaringan bahan dan suhu dapat dipertahankan sampai 100 derajat celcius.

Distilasi Uap

Image for post

Untuk sistem ini menggunakan tekanan uap yang tinggi, dan tekanan uap yang dihasilkan lebih tinggi daripada tekanan udara luar. Air sebagai sumber uap panas terdapat dalam “boiler” yang terpisah dalam penyulingan. Bahan yang cocok menggunakan sistem ini yaitu seperti kayu, kulit batang, biji-bijian yang relatif keras. Dan perlu diperhatikan, jika minyak dalam bahan diperkirakan sudah habis, maka tekanan uap perlu diperbesar lagi dengan tujuan menyuling komponen kimia yang bertitik didih lebih tinggi.

A. Perakitan Alat Destilasi Sederhana

Alat :

  • Baskom
  • Panci
  • Selang
  • Lem
  • Kawat
  • Es batu
  • Alat pelubang baskom

Jika tidak ingin membuat alat destilasi, bisa saja mencari alat di toko mesin, bahkan bisa dibeli lewat online dengan terpercaya, cek disini.

Cara Kerja :

  1. Langkah pertama, buatalah lubang pada bagian kiri dan kanan baskom
  2. Kemudia, masukkan selang kedalam baskom yang sudah dilubangi
  3. Isilah dengan air dan es batu pada baskom sebagai kondensator
  4. Masukkan selang di tutup panci yang sudah dilubangi jika kurang kuat dapat di lem dan diberi kawat
  5. Letakkan sarangan dalam panci
B. Pembuatan Minyak Sereh
Cara Pembuatan Minyak Sereh
Bahan :
  • Tanaman sereh

Alat :

  • Destilasi sederhana
  • Pisau
  • Alu dan lumpang
  • Botol penampung destilat
  • Timbangan digital
  • Kompor

Cara Kerja :

  1. Cucilah terlebih dahulu sereh wangi, potong sekitar 1 cm dan keringkan dengan cara dianginkan
  2. Timbang sereh yang telah dikeringkan, dan tumbuk hingga mengeluarkan aroma yang wangi
  3. Isi air dibawah sarangan
  4. Pindahkan sereh yang sudah ditumbuk ke atas sarangan dan taruh diatas kompor
  5. Botol destilat diletakkan pada bagian keluarnya minyak sereh
  6. Hidupkan kompor dan tunggu hingga destilat tertampung pada wadah kering
C. Identifikasi Kemurnian Minyak Sereh

Bahan :

  • Minyak sereh

Alat :

  • Timbangan digital
  • Botol penampung destilat atau minyak sereh
  • Gelas ukur

Cara kerja :

  1. Timbang botol destilat yang kosong (berat botol kosong tanpa tutup)
  2. Timbang botol yang sudah berisi destilat (berat botol destilat)
  3. Kemudian hitunglah berat pada minyak atsiri dengan total = berat botol destilat – berat botol kosong tanpa tutup
  4. Ukur volume minyak sereh dengan gelasukur
  5. Selanjtnya, hitung rendemen = (berat minyak atsiritotal/berat sereh mula-mula) x 100%
  6. Hitung massa jenis minyak sereh = berat minyak atsiri total/ volume minyak sereh
  7. Bandingkan massa jenis minyak sereh yang diperoleh dengan massa jenis minyak sereh SNI = 0,880-0,922
  8. Catat waktu tetes pertama minyak
D. Cara Lain Penyulingan :

Dan berikut inilah cara suling minyak sereh yang akan dilakukan :

  1. Langkah pertama masukkanlah air ke dalam alat suling secukupnya
  2. Masukkan serai ke dalam ketel suling, kemudian isolasi pinggirannya yang bertujuan untuk mencegah panas mengalir ke luar
  3. Setelah ditunggu beberapa saat, minyak atsiri akan terlihat mengalir menuju tabung pemisah

Standar Mutu Minyak Atsiri Sereh.

standar mutu minyak atsiri sereh

Standar mutu dari Minyak Atsiri Sereh Wangi ini untuk kualitas ekspor dapat dianalisasikan berdasarkan dengan SNI 06-3953-1995. Menurut dari kriteria 9 fisi yaitu berdasarkan warna bobot jenis, indeks bias. Sedangkan dilihat secara kimia berdasarkan dari total geraniol dan sitronelal, kemudian kelarutan dalam etanol yang sekitar 80%.

Minyak Sereh Wangi tidak memenuhi syarat ekspor apabila kadar dari geraniol dan sitronelal rendah atau juga tidak mengandung bahan penuaan.

Kadar yang rendah biasanya itu disebabkan oleh jenis tanaman sereh yang kurang baik, disamping itu juga pemeliharaan atau budidayan tanamnya kurang baik serta pengambilan umur tanamn sereh yang terlalu tua.

Bahan-bahan tambahan yang terdapat dalam Minyak Sereh Wangi ini berupa lemak, alkohol, dan juga minyak tanah sering digunakan sebagai bahan pencampur ( Ketaren dkk., 1978 ). 

Potensi Minyak Atsiri Sereh

Potensi Minyak Atsiri Sereh

Minyak Serai Wangi merupakan salah satu komoditi Minyak Atsiri yang sangat prospetif. Dimana, permintaan Minyak Atsiri Sereh Wangi ini cukup tinggi dan juga harganya stabil serta cenderung meningkat. Dan uniknya, pembudidayaan yang dilakukan itu tidak terlalu rumit, serta juga tanaman ini dapat hidup dilahan marginal, bahkan juga lahan bekas tambang.

Daun dan batang dari Sereh Wangi itu dapat disuling, dan kemudian bisa diolah menjadi minyak yang memiliki potensi industri, karena memiliki kandungan komponen utama yang berupa sitronelal, sitronelol, dan geranil yang memberikan bau khas citrus yang disukai oleh banyak orang.

Peranan dari komoditas ini sangat besar sebagai sumber devisa dan juga pendapatan petani, serta penyerapan tenaga kerja. Yang dimana juga, Minyak Serai Wangi ini sebagai salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan dasar sabun, obat anti nyamuk, parfum, kosmetik, pestisida bahkan juga bahan dasar bio aktid, yang bisa bermanfaat untuk penghematan bahan kabar kendaraan.

Salah satu Direktur KEMENTAN, Kasdi Subagyono menerangkan bahwa komoditas dari serai wangi itu tak hanya mempunyai banyak manfaat, tetapi juga peluang usahanya sangat menjajikan. Dan saat ini, Indonesia merupakan pemasok Minyak Serai Wangi kedua setelah RRC.

Dan juga mengungkapkan, sudah banyak di daerah-daerah yang memanfaatkan tumbuhan ini. Salah satunya di provinsi Sumatra Barat, Minyak Serai Wangi itu telah dikembangkan secara home industri, yaitu berupa pembersih lantai, sabun untuk mandi dan cuci tangan, bahkan juga sebagai minyak oles.

Di beberapa provinsi lainnya seperti Sumatera Selatan dan juga Lampung seperti mengembangkan home industri Serai Wangi. Misalnya saja seperti sabun untuk cuci tangan, sabum mandi, minyak telon serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Ngga hanya itu juga nih Sobat. tanaman Serai Wangi juga telah dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi pada lahan kritis, baik untuk penghijauan pada lahan-lahan yang terkena erosi, maupun juga reklamasi pada lahan bekas tambang atau gambut.

Peluang Usaha Minyak Sereh Wangi.

peluang usaha minyak atsiri sereh

Usaha Sereh Wangi itu sangat menguntungkan, karena tidak ada limbah yang dibuang. Selain itu budidayanya juga mudah untuk dilakukan. Sobat bisa memulainya dengan membeli bibit sereh wangi dengan harga kurang lebih Rp 500/batangnya, kemudian ditanama  per batang/lubang. Selama 6 bulan pertama bisa dipanen, setelah itu setiap 3 bulan sekali sereh wangi bisa dipanen lagi.

Budidaya sereh wangi pada umumnya itu sama seperti pertanian konvensional yang lainnya. Bedanya sereh wangi lebih mudah. Sekali tanam itu bisa untuk 8-10 tahun masanya, sedangkan untuk panen pertama dimulai pada 6 bulan awal dan untuk bulan berikutnya 2,5-3 bulan sekali dapat dipanen kembali.

Kemudian di alokasikan atau distribusikan kepada beberapa perusahaan sebagai bahan baku produksi. Dan memproduksi minyak tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar. Target dari penyulingan ini kedepannya adalah dapat mengirimkan atau menditribusikan hasilnya menuju pasar ekspor dengan negara tujuan seperti Amerika dan Spayol.

Dan juga sudah banyak perusahaan yang menggunakan Minyak Serai Wangi sebagai bahan baku industri dalam rumah tangga seperti sabun atau juga produk bermanfaat yang lainnya.

Itulah mengenai Cara Suling Minyak Sereh, dan juga beberapa topik seputar Mintak Atsiri Sereh. Untuk artikel lainnya, silahkan Sobat bisa kunjungi Minyak Atsiri Sereh, dan juga Jenis Minyak Atsiri lainnya.

Sekian dari penulis kece, mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kesalahan didalam artikel ini. Jika ada saran atau kritik membangun untuk penulis silahkan bisa langsung sampaikan saja dilaman komentar yang ada dibawah.

Dan jangan lupa untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya, agar Sobat yang lain juga tahu. Yuk saling berbagi ilmu!

Terima Kasih, dan sampai jumpa esok!