Cara Menurunkan Berat Badan Saat Puasa Ramadhan

Bagi sebagian orang, puasa di bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk menurunkan berat badan. Alasannya karena saat puasa pola makan berubah, dimana biasanya makan minimal 3 sampai 4 kali menjadi hanya 2 kali sehari.

Namun, penurunan berat badan dapat diperoleh jika umat Islam yang berpuasa mengatur dan menjaga pola makannya dengan baik.

Alih-alih menurunkan berat badan, timbangan justru akan naik jika pola makannya masih sembrono atau membiasakan makan makanan yang tidak sehat.

Cara Menurunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan

Berikut beberapa cara menurunkan berat badan yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan saat berpuasa di bulan Ramadhan:

1. Makan dalam jumlah dan kualitas yang tepat Selama bulan Ramadhan, orang biasanya suka berlebihan saat berbuka puasa, seperti memakan semua makanan yang tersedia di meja, padahal sebenarnya ini salah.

Sebaliknya, makanlah dalam jumlah dan kualitas yang tepat. Makan berlebihan, makan cepat, dan memilih makanan dan minuman yang tinggi gula selain gorengan, semuanya dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

Islam mengajarkan untuk makan secukupnya, karena makan berlebihan bukanlah solusi.

Hentikan kebiasaan ini, karena bisa berakibat buruk bagi tubuh. Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Makan sering dan pada waktu yang tidak konsisten dari buka puasa hingga sahur juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

2. Hindari jus, soda, dan minuman manis lainnya Jangan minum minuman berkalori tinggi. Hindari jus, soda, dan minuman manis lainnya, tetapi gantilah dengan air, karena kalori dari minuman manis dapat menyusup ke dalam tubuh Anda.

Juga, hindari makanan manis dan camilan manis, atau setidaknya batasi sekali atau dua kali seminggu.

3. Seimbangkan porsi makanan Idealnya, setengah dari piring harus berupa sayuran, seperempat protein tanpa lemak, dan seperempat biji-bijian kaya serat lainnya.

Contoh:

  • Buah dan sayuran: Cobalah makan 4-5 warna berbeda setiap hari.
  • Karbohidrat: Buatlah setidaknya setengah dari asupan karbohidrat Anda dari karbohidrat kompleks seperti nasi dan gandum.
  • Protein: Variasikan pilihan protein Anda setiap hari. Produk susu.
  • Lemak: fokus pada makan lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

4. Tetap terhidrasi Orang sering berpikir bahwa jika Anda lapar Anda harus makan, padahal sebenarnya tubuh Anda sedang mencari hidrasi. Oleh karena itu, penuhi kecukupan air putih meskipun sedang berpuasa, misalnya 4 gelas saat sahur dan 5 gelas setelah berbuka.

5. Kurangi makan gorengan Daripada menggoreng makanan, pilihlah cara memasak yang lebih sehat seperti memanggang, mengukus, dan menumis, terutama saat bulan puasa.

6. Tetap aktif Berpartisipasi dalam beberapa bentuk olahraga seperti yoga, pilates, atau jalan kaki. Lakukan olahraga yang lebih giat tepat sebelum berbuka atau minimal 2-3 jam setelah berbuka.

Waktu terbaik lainnya untuk berlatih adalah di pagi hari setelah sahur, atau setelah makan pertama berbuka puasa.

Jika Anda benar-benar baru berolahraga, berjalan kaki 30 menit per hari adalah titik awal yang baik dan setara dengan sekitar 4.000 hingga 5.000 langkah.

Setelah Anda terbiasa berjalan kaki setiap hari, Anda dapat meningkatkannya menjadi 10.000 hingga 12.500 langkah per hari.

Berjalan kaki juga merupakan bentuk olahraga ringan dengan intensitas rendah yang akan meminimalkan stres pada tubuh Anda selama Bulan Suci.

7. Jangan Kurang Tidur Saat berpuasa, usahakan untuk mendapatkan tidur siang yang berkualitas meski sebentar. Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan kelelahan.

Anda bisa memilih tidur siang selama 30 menit karena terbukti bisa mengembalikan energi kembali.